Juara Pertama Lomba Cipta Cerpen, Nursing Got Talent 2021, S1 & Diploma Keperawatan National Competition

Grace Ofellia Sundah.
Juara Pertama Lomba Cipta Cerpen, Nursing Got Talent 2021, S1 & Diploma Keperawatan National Competition, Penyelengggara BEM Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, 29 Mei 2021

Tantangan dan Semangat Baru

Mentari pagi kembali menembus jendela kamarku, dengan hangatnya menyinari hari- hari ku di tahun 2021 ini, sungguh tak terasa 2020 sudah terlewati dengan harus berdiam di rumah saja, rasa penat dan bosan serasa penuh di dalam hati dan benak namun apa boleh buat keadaan pandemi Covid19 ini membuat semuanya harus berubah, dan harus beradaptasi dengan kebiasaan hidup yang baru atau yang sering disebut dengan New Normal, memang bukanlah hal yang mudah untuk mengikuti himbauan New Normal.

Mulai dari harus selalu mencuci tangan 6 langkah, menggunakan masker saat di tempat umum, dan yang tidak kalah pentingnya menjaga jarak dengan orang lain, di awal mengikuti kebiasaan hidup yang baru ini sungguh tidak nyaman dan risih karena harus selalu menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain, risih karena masker yang digunakan membuat tidak bisa menghirup udara dengan leluasa dan juga tidak bisa mengobrol secara dekat dengan lawan bicara saat berbincang.

Belum lagi menghadapi bosannya perkuliahan daring, aku dan teman-teman sekelasku sudah mulai bosan dengan pembelajaran daring karena tidak bisa bertatap muka secara langsung, baik dengan sesama teman maupun dosen, namun kami tetap bersemangat mengikuti perkuliahan untuk menuntut ilmu, dan ketika kembali mengingat cita-cita kami yang begitu luar biasa yaitu untuk menolong dan merawat sesama yang dalam keadaan lemah, semangat kami kembali membara.

Saat melihat para perawat yang begitu tangguh dan tabah saat merawat pasien di masa pandemi kami terharu dan bertekad untuk lebih giat belajar agar di masa yang akan datang nanti, kami boleh hebat seperti mereka, perjuangan di masa pandemi memanglah sungguh luar biasa, banyak hal yang benar-benar membuat hati bergetar sekaligus semakin teguh, dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan menghadang di perjalanan kedepannya.

Hari demi hari ku lewati di masa pandemi ini, saat di malam hari yang tenang sehabis mengerjakan tugas aku memikirkan suatu hal, apa yang bisa aku lakukan selain diam saja dirumah dan tidak melakukan apa-apa, kemudian tiba-tiba smartphone ku berdering membuatku terkejut dan bertanya-tanya siapa yang menelepon di tengah malam seperti ini, ternyata kak Merin yang menelepon segera ku jawab telepon dari kak Merin ketua organisasi Pelita Hati yang aku ikuti.

Kringg…kringg…

“Halo, selamat malam Hara” “Halo, selamat malam kak”

“Maaf Hara kakak mengganggu di tengah malam, kakak mau bertanya Hara, apa Hara bersedia menjadi ketua panitia hari kanker 2021”

“Menjadi ketua ya kak, hehe apa Hara cocok kak” Jawabku sedikit canggung

“Cocok Hara kakak yakin kamu bisa, kamu dan teman-teman pelita hati pasti bisa mengadakan kegiatan ini, sudah setahun kita tidak bergerak, kita juga harus tetap melakukan hal yang baik bukan walaupun di tengah tantangan pandemi Covid19 ini” jawab kak Merin meyakinkanku

“Iya benar kak, baik Hara bersedia kak menjadi ketua panitia Hari kanker 2021 ini”

“Mantap Hara, kakak yakin kamu pasti bisa, silahkan kamu buat group whats app untuk mendiskusikan kegiatan apa saja untuk hari kanker ini ya Hara”

“Siap kak Merin, terimakasih ya kak sudah mempercayakan hal luar biasa ini ke Hara”

“Kakak tau kamu punya potensi dan sudah waktunya kita bergerak, ohya dek kalau ada kesulitan jangan sungkan untuk hubungi kakak ya”

“Baik kak mohon bimbingannya”

“Always dek, oke itu aja yang kakak mau sampaikan maaf mengganggu waktu Hara, terimakasih dan selamat istirahat dek”

“Gapapa kak, terimakasih kembali kak selamat istirahat”

Setelah menutup telepon dari kak Merin sungguh hatiku gelisah dan bertanya-tanya apa aku bisa menjadi ketua panitia hari kanker ini, sungguh ini bukanlah hal yang mudah apalagi di masa pandemi seperti ini, aku mulai tidak percaya diri dan merasa tak mampu, aku terdiam sejenak dan mulai berdoa dalam hati, semoga aku bisa menjalankan amanah ini dengan baik, dan benar saja ke esokan harinya aku memberanikan diri untuk membuat group Whats App panitia hari kanker 2021.

Seluruh anggota organisasi pelita hati bersedia ikut menjadi panitia dan mereka semua sangat bersemangat untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat di peringatan hari Kanker nanti, keyakinan dan semangatku kembali bertambah melihat mereka semua bersemangat, setelah panitia sudah terbentuk, aku memutuskan untuk membuat diskusi via daring untuk membahas kegiatan apa saja yang cocok dan dapat dilakukan di masa pandemi ini.

Setelah melakukan diskusi via daring banyak ide-ide dan saran dari semua teman-teman pelita hati untuk kegiatan di peringatan hari kanker 2021, yang membuat ku yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja, aku terus meneguhkan hati dan bekerjasama dengan seluruh panitia, kami mantap akan mengadakan lomba membaca puisi tema hari kanker, lomba membuat poster tentang kanker, webinar hari kanker, mengadakan nasiku nasimu membagikan nasi kotak ke rumah singgah kanker dan juga ke rumah sakit, dan kegiatan terakhir membagi bingkisan alat tulis atau alat bermain untuk adik-adik penderita kanker.

Dan tiba di hari sebelum melaksanakan kegiatan lomba hari kanker 2021, kami memutuskan untuk mengadakan rapat secara langsung di cafe terdekat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kami melakukan kegiatan di masa New Normal dengan baik, dan mempersiapkan segalanya untuk kelancaran lomba di esok hari, mengingat lomba akan dilaksanakan via daring, sungguh aku sangat bahagia melihat banyak yang berkontribusi dalam lomba hari kanker, tanpa kusadari air mataku jatuh terharu melihat kebersamaan yang sudah lama tidak kurasakan.

Tibalah hari pelaksanaan lomba membaca puisi dan penampilan poster hari kanker, semua peserta lomba sangat memukau dan membuat suasana menjadi mengharu biru, sekaligus seru dan menyenangkan, walaupun kami hanya bisa mengadakan lomba via daring namun tidak mengurangi rasa semangat kami, untuk memberikan semangat dan pengaruh baik bagi pejuang kanker yang sedang berjuang melawan rasa sakit yang mereka hadapi.

Tidak terasa kegiatan boleh berjalan dengan lancar dan pengumuman pemenang lomba juga sudah di umumkan, kami mengirimkan piala dan hadiah lomba ke rumah masing-masing pemenang, dan untuk kegiatan kami yang berikutnya yaitu webinar hari kanker, tantangan baru kami hadapi bersama-sama lagi, kami mengundang seorang dokter yang kompeten di bidang seputar penyakit kanker, namun belum ada kepastian dari sang dokter.

Aku sangat gugup dan bingung bagaimana jika dokter yang akan menjadi pembicara di webinar hari kanker nanti tidak bisa menjadi pembicara, dengan segala kegelisahan, aku kembali mengajak teman-teman panitia berdiskusi via daring, kami semua membicarakan solusi dari semua permasalahan yang kami hadapi sekarang, tema webinar sudah ditentukan, kami mengangkat tema yang sesuai dengan masa pandemi saat ini yaitu “Menjaga Imunitas dan Menciptakan Support System Bagi pejuang Kanker Dimasa Pandemi”.

Dengan segala keraguan di hati aku memberanikan diri untuk menelpon dokter Hani pembicara yang akan menyampaikan meteri di webinar hari kanker nanti, untuk meminta

kepastian dari beliau, sebelum menekan tombol telepon aku bergetar dan takut, bagaimana jika dokter Hani tidak memiliki waktu untuk menjadi pembicara di webinar nanti, namun dengan sedikit keyakinan yang tersisa aku memberanikan diri dan segera menelpon dokter Hani.

Dredd..dredd…

“Halo selamat pagi dokter Hani, mohon maaf mengganggu waktunya, perkenalkan saya Hara dok, dari pelita hati, saya selaku ketua panitia hari kanker 2021”

“Ohya Halo Hara selamat pagi, iya bagaimana kelanjutannya Hara”

“Seperti yang telah diberitahukan panitia sebelumnya dok, kami akan mengadakan webinar peringatan hari kanker dengan tema Menjaga Imunitas dan Menciptakan Support System Bagi pejuang Kanker Dimasa Pandemi, saya ingin menanyakan apakah dokter bersedia menjadi pembicara di webinar kali ini”

“Iya bersedia Hara, saya juga sudah membuat materi untuk disampaikan di webinar nanti, maaf ya karna saya lambat mengkonfirmasi dan hanya membaca pesan dari panitia karna saya sedang sibuk melayani pasien kemarin, saya bisa menjadi pembicara di webinar nanti Hara”

“Iya dokter tidak apa-apa, justru saya sangat bertrimakasih karena dokter bersedia menjadi pembicara”

“Dengan senang hati Hara, terimakasih ya”
“Terimakasih kembali dokter, mohon maaf mengganggu waktunya dok”

“Iya tidak apa-apa Hara, kalau begitu saya akhiri dulu ya Hara karna saya ada praktik pagi ini, salam semangat untuk seluruh panitia hari kanker 2021”

“Siap dok nanti saya akan sampaikan, baik dok selamat pagi” “Baik selamat pagi”

Setelah selesai memastikan semuanya akhirnya aku bisa bernapas lega, karna dokter Hani bersedia menjadi pembicara di webinar hari kanker 2021, aku segera memberi informasi kepada seluruh panitia hari kanker 2021 bahwa dokter Hani sudah memberikan kepastian bahwa beliau dapat menjadi pembicara di webinar hari kanker 2021, mereka semua sangat lega dan bahagia mendengar kabar baik yang kusampaikan, sungguh di setiap niat yang baik pasti akan selalu ada jalan walaupun banyak tantangan yang di hadapi.

Panitia serentak menyebarkan informasi tentang pendaftaran webinar hari kanker, aku sangat tidak menyangka banyak yang akan mendaftar, mulai dari mahasiswa kesehatan, mahasiswa umum, tenaga kesehatan, dan pejuang kanker, banyak yang antusias dengan webinar ini, hingga tiba saat pelaksanaan webinar hari kanker 2021 via daring, MC sudah membuka webinar dengan sangat baik, dan aku dipersilahkan untuk menyampaikan sambutan.

Aku sangat gugup karna ini adalah pengalaman pertamaku menyampaikan sambutan sebagai ketua panitia, aku mulai menyampaikan kata demi kata, melaporkan tentang kegiatan yang sudah kami laksanakan dan kegiatan berikutnya yang akan kami laksanakan, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada dokter Hani dan seluruh panitia yang sudah bekerja keras dan meluangkan waktunya untuk membersamai kegiatan hari kanker 2021.

Dan aku mengucapkan terimakasih juga untuk seluruh peserta webinar yang telah berkontribusi dalam kegiatan hari kanker di tahun ini, tidak terasa acara webinar berjalan dengan lancar, selain webinar di isi juga dengan penampilan nyanyian dari salah satu pejuang kanker yang memiliki suara yang sangat merdu, membuatku meneteskan air mata, melihat semangat pejuang kanker aku semakin bersyukur bisa melaksanakan kegiatan ini.

Walaupun terhalang pandemi dan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, tidak mengurangi rasa syukur dan semangat kami semua, dan tiba di penghujung acara webinar hari kanker 2021, kami menutup kegiatan webinar dengan baik, setelah kegiatan webinar terlaksana kami mulai merancang untuk kegiatan berikutnya, tantangan baru kami hadapi bersama lagi, kali ini ke khawatiranku sudah mulai berkurang karna aku yakin niat baik selalu ada jalan.

Kami mulai menyebarkan poster donasi untuk kegiatan nasiku nasimu dan juga bingkisan untuk adik-adik penderita kanker, belum banyak donasi yang kami dapatkan di hari- hari pertama penyebaran poster, hingga akhirnya banyak donatur yang ikut berdonasi dalam kegiatan kami ini, mulai perorangan, organisasi serta cafe-cafe tongkrongan dan rumah makan, ikut serta berdonasi, betapa bahagianya aku bertemu dengan orang-orang baik yang menginspirasiku, walaupun di masa pandemi banyak kesulitan yang mereka hadapi namun tetap ikhlas berbagi.

Di hari pelaksanaan kegiatan nasiku nasimu dan pembagian bingkisan, kami terhalang dengan hujan yang sangat deras, aku dan seluruh panitia kebingungan bagaimana cara untuk membagi donasi nasi kotak dan juga bingkisan ke rumah singgah kanker dan rumah sakit, tidak lama berselang ada jawaban dari kebingungan kami, ada dua orang panitia yang bersedia

membawa kendaraan roda empatnya untuk kami tumpangi, namun satu kendaraan tidak ada yang bisa membawanya dan tidak banyak laki-laki yang ada di dalam kepanitiaan.

Namun sekali lagi di setiap niat baik pasti ada jalan, ternyata ada seorang dari panitia yang bisa membawa kendaraan roda empat walaupun dia seorang perempuan namun ia sangat mandiri dan memiliki semangat yang tinggi, sekali lagi membuatku terpukau dan menginspirasiku untuk menjadi perempuan mandiri seperti dirinya, disetiap kejadian yang kualami banyak sekali pembelajaran yang kupetik, sungguh makna di balik masa New Normal ini membuatku memiliki semangat yang baru juga.

Kurang lebih sepuluh orang, kami dari panitia berangkat menuju rumah singgah kanker dan rumah sakit dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak lupa kami membawa cairan desinfektan serta hand sanitizer, kedatangan kami di sambut dengan hangat oleh para pejuang kanker yang ada di rumah singgah dan hanya dua orang saja dari panitia yang mewakili masuk ke rumah sakit untuk mengantar nasi kotak serta bingkisan, kami menyempatkan diri sejenak untuk bersenda gurau dengan tetap menjaga jarak, mereka banyak bercerita tentang perjuangan mereka di masa pandemi ini, salah satu anak berusia 7 tahun bernama Cantika datang dan bercerita denganku.

“Hai kak” menyapaku dengan senyummnya yang polos

“Hai juga adik cantik, namanya siapa” tanyaku dengan senyuman

“Nama aku Cantika kak, kalau nama kakak siapa”

“Wah namanya cantik ya kayak orangnya, nama kakak Hara dek”

“hehe.. terimakasih kakak Hara”

“Cantika disini sendiri kah, gak ada temannya”

“Ada kak, tapi teman Cantik lagi di rumah sakit, lagi di rawat sama perawat baik disana kak” jawab Cantika dengan polosnya

“Oh… jadi Cantika lagi main sendiri aja ya”
“Iya kak, tapi nanti kalau teman Cantika udah selesai di rawat, bisa main bareng lagi disini” “Iya dek, Cantika harus semangat ya sayang”
“Iya kak Cantika selalu semangat, oya kak kemarin teman Cantika beruntung loh kak”

“Wah beruntung apa dek, dapat hadiah kah teman Cantika”

“Bukan kak, teman Cantika beruntung karna udah deluan ketemu sama Tuhan, nanti Cantika juga nyusul ketemu sama Tuhan kak bisa minta mainan sepuasnya, terus gak perlu ke rumah sakit lagi” jawab cantika dengan polosnya

Membuatku terdiam sejenak, hatiku sungguh bergetar mendengar perkataan Cantika, suatu keberuntungan katanya, di balik perkataanya yang polos banyak makna tentang kehidupan yang tersirat di dalamnya, harapannya yang sederhana namun mendalam membuatku tak kuasa menahan tetesan air mata, namun aku sembunyikan, anak kuat ini tidak boleh melihatnya, dia harus tetap kuat dengan segala ketulusan hatinya.

“Wah iya Cantika” jawabku sambil tersenyum

“Kakak baik mau minta apa, nanti Cantika bilang ke Tuhan kalau Cantika udah bisa ketemu Tuhan nanti”

“Gak usah sayang, nanti kan kakak ketemu juga sama Tuhan”

“Eh kakak masih lama loh ketemu sama Tuhan, kalau Cantika udah gak lama lagi sih, lagian kakak baik belum boleh ketemu sama Tuhan, kakak baik harus sering-sering kan datang bawain hadiah buat teman-teman yang lain kayak Cantika”

“Hehe kakak juga gak tau dek kapan ketemu sama Tuhan, kakak usahain selalu ya, bisa sering- sering main kesini”

“Ote kakak baik, kakak Cantika masuk kamar dulu ya pala Cantika pusing dikit nih” jawabnya sambil sedikit terkekeh

“Iya sayang”

Membuatku tersadar selama ini aku masih sering tidak percaya dengan diri sendiri, sering mengeluh dengan keadaanku padahal ada orang lain yang walaupun dengan segala kekurangan dan penderitaannya tetap berjuang dan semangat menapaki hari-hari yang di anugerahkan oleh Yang Maha Kuasa, setelah seluruh kegiatan terlaksana, kami menyempatkan diri mampir di rumah makan yang telah berdonasi di kegiatan hari kanker 2021.

Kami sama-sama bersyukur untuk hal baik yang telah kami laksanakan di masa New Normal ini, kami tersadar pandemi bukan berarti kegiatan baik juga harus diam, dan akhirnya tiba saatnya pembubaran panitia, aku mengucapkan banyak terimakasih untuk seluruh panitia

dan semua yang sudah berkontribusi, tangis haru tak kuasa kami bendung, sungguh luar biasa pembelajaran yang kami dapat dari kegiatan hari kanker 2021.

Dengan doa dan ucapan syukur kami menutup kegiatan hari kanker 2021, berakhirnya kegiatan kami ini bukan berarti berakhir pula kegiatan baik yang kami lakukan, setelah kegiatan kami ini, kami juga tetap melaksanakan kegiatan nasiku nasimu, di setiap minggu di hari sabtu dan membagikannya kepada orang yang membutuhkan dan para tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan rumah sakit, New Normal bukanlah suatu penghalang untuk melakukan kebaikan dan berbagi dengan sesama.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan keyakinan bahwa setiap niat baik pasti memiliki dampak yang baik pula, kami terus melaksanakan kegiatan baik, New Normal memberikan kita semua tantangan baru sekaligus juga semangat baru untuk menyebarkan kebaikan, mengajarkan untuk menjadi tulus dan ikhlas, sebagai calon tenaga kesehatan sudah semestinya kita semua memiliki empati yang tinggi kepada sesama.

Walaupun sering di pandang sebelah mata, dan selalu saja ada halangan yang menghadang tetaplah bersemangat dan terus ingat bahwa apa yang kita perjuangkan saat ini akan menjadi hal yang begitu luar biasa di hari depan nanti, menjadi calon tenaga kesehatan yang kompeten merupakan cita-cita mulia yang kita miliki walaupun tidak membuat kita kaya harta namun membuat kita sangat kaya hati.

Kita di dunia hanyalah sementara harta akan berkarat namun kekayaan hati tidak akan pernah sirna, akan kita bawa sampai ke akhirat, terimakasih untuk semua yang sudah berjuang, rasa bosan, malas, dan sedih yang kalian rasakan karena menghadapi pandemi saat ini, akan terbayar lunas nanti ketika melihat senyuman orang-orang yang kita bantu dan rawat, teruslah berjuang karna setiap tantangan baru pasti akan ada semangat baru, I Can and I Will, terimakasih New Normal salam sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »